Rupiah Keok, Menteri Keuangan Tak Butuh 'Crisis Center'
By : Nanadiana
Agen Pkr - Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menegaskan pemerintah tak perlu membangun "crisis center" meski nilai tukar rupiah
terhadap dolar AS sudah menyentuh Rp 14.000. Menurut Bambang, negara
masih jauh dari krisis ekonomi, sehingga tidak dibutuhkan crisis center.
"Kondisi masih terkendali," ujar Bambang di gedung DPR/MPR usai rapat paripurna, Selasa (25/8/2015).Bambang memaparkan, pemerintah sudah bekerja maksimal dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Hal ini dibuktikan dengan adanya koordinasi yang baik antara pemerintah, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
"Pokoknya Menko, Menkeu, BI, OJK, masih terus lakukan koordinasi," ungkap Bambang.
Sebelumnya Bambang mengungkapkan kondisi makro ekonomi masih sangat baik. Bambang membandingkan pertumbuhan ekonomi 4,7 persen semester pertama sudah sangat baik, sangat berbeda jika dibandingkan tahun 1998, pertumbuhan ekonomi minus 14 persen.
"Kondisi masih terkendali tidak krisis atau jauh dari krisis. Kalau kita bandingkan tahun 98 jauh beda," jelas Bambang.
Sebagai tambahan, ide crisis center itu dikeluarkan oleh Ketua Umum Partai Golkar versi munas Bali, Aburizal Bakrie (Ical). Ical mengusulkan kepada Presiden Joko Widodo agar membentuk lembaga crisis center agar kebijakan pemerintah yang akan dilakukan para menteri bisa disinkorinisasikan dan tidak tercecer.

0 comments:
Post a Comment