BCA Turunkan Bunga Kredit UKM Mulai 1 Februari
By: Nanadiana
AGEN Poker- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) berencana menurunkan bunga
kredit sektor kecil menengah sebesar 0,25 persen terhitung 1 Februari
2016. Langkah tersebut diambil menimbang turunnya suku bunga acuan Bank
Indonesia (BI) menjadi 7,25 persen.
"Bunga kredit small medium enterprise (SME) kami
pertimbangkan turun 0,25 persen mulai 1 Februari 2016," jelas Direktur
Utama Bank BCA Jahja Setiaatmadja di Jakarta, Jumat (29/1/2016).
Jahja menuturkan saat ini perusahaan tengah melirik Kredit Usaha Rakyat (KUR) karena dinilai memiliki potensi yang besar.
"Ke depan tergantung kebutuhan, kan ada kebutuhan untuk KUR Rp 100 triliun ada kebutuhan infrastruktur nggak tahu kita ada juga financing untuk modal kerja perbankan karena kalau perekonomian kita membaik pastinya kebutuhan produksi meningkat, daya beli meningkat produksi banyak, kan buruh modal kerja lebih banyak, kalau itu terjadi likuiditas lumayan," tutur dia.
Jahja menuturkan saat ini perusahaan tengah melirik Kredit Usaha Rakyat (KUR) karena dinilai memiliki potensi yang besar.
"Ke depan tergantung kebutuhan, kan ada kebutuhan untuk KUR Rp 100 triliun ada kebutuhan infrastruktur nggak tahu kita ada juga financing untuk modal kerja perbankan karena kalau perekonomian kita membaik pastinya kebutuhan produksi meningkat, daya beli meningkat produksi banyak, kan buruh modal kerja lebih banyak, kalau itu terjadi likuiditas lumayan," tutur dia.
Meski begitu dia mengaku untuk menggelontorkan KUR bukan perkara
gampang, lantaran memerlukan infrastruktur. Belum lagi membutuhkan waktu
yang panjang untuk penyesuaian.
Berkaca pada branchless banking saja, dia mengatakan memerlukan waktu lebih dari 9 bulan.
Maka dari itu, pihaknya kini sedang menjajaki KUR dengan memanfaatkan jaringan bank lain (channeling). Perseroan pun siap menyuntikan pendanaan untuk penyaluran KUR itu.
"KUR nanti kita lihat, kita belum ada infrastruktur. Kalau boleh kita ikut KUR dalam channeling, ini saya lagi propose karena yang penting buat kita hasilnya ada. Karena seperti BPR, BPD terutama BPR likuiditas nggak sebesar bank besar, lalu cost-nya mahal, kita kan cost murah tapi kelemahan nggak ada infrastuktur. Kalau kita kerjasama kita dapatkan KUR kita channeling ke BPR kerjasama, yang menyalurkan BPR langsung," tutup dia.
Maka dari itu, pihaknya kini sedang menjajaki KUR dengan memanfaatkan jaringan bank lain (channeling). Perseroan pun siap menyuntikan pendanaan untuk penyaluran KUR itu.
"KUR nanti kita lihat, kita belum ada infrastruktur. Kalau boleh kita ikut KUR dalam channeling, ini saya lagi propose karena yang penting buat kita hasilnya ada. Karena seperti BPR, BPD terutama BPR likuiditas nggak sebesar bank besar, lalu cost-nya mahal, kita kan cost murah tapi kelemahan nggak ada infrastuktur. Kalau kita kerjasama kita dapatkan KUR kita channeling ke BPR kerjasama, yang menyalurkan BPR langsung," tutup dia.

0 comments:
Post a Comment