Monday, September 19, 2016

AGEN Poker -Head of Research NH Korindo Securities Indonesia (NHKSI) Reza Priyambada mengatakan meski rupiah kembali menguat di akhir pekan, namun tercatat mengalami pelemahan sepanjang pekan kedua September 2016.

Analisa dia, hal ini ditengarai oleh sentimen dari luar seperti, efek berita uji nuklir di perbatasan Korea utara dan Korea selatan sebesar 10 kilo ton membuat mata uang Asia, terutama Won langsung melemah dan membuat laju USD menguat terbatas di akhir pekan sebelumnya.

Laju USD terlihat bergerak flat terhadap mata uang Eropa seperti EUR, dan GBP namun, laju USD menguat cukup kuat terhadap Yen dan Rupiah. Belum adanya sentimen positif dari dalam negeri membuat laju Rupiah rentan terhadap berbagai sentimen yang mendukung penguatan laju USD.

Laju USD cenderung bergerak flat terhadap Yen dan Euro yang merupakan imbas adanya pesan dovish dari Lael Brainard, salah satu petinggi The Fed, sehingga berdampak pada laju USD yang bergerak menguat cenderung berbalik arah positif dari pelemahan sebelumnya.

Berawal dari pandangan Gubernur Fed Lael Brainard, anggota voting komite kebijakan bank sentral AS yang mengatakan dalam sebuah pidato di Chicago bahwa kemajuan ekonomi yang berlanjut akan membuat Fed mempertahankan kebijakan moneter yang longgar.

Tetapi, pernyataan ini disanggah beberapa petinggi The Fed lainnya. Presiden Fed Atlanta Dennis Lockhart mengatakan kondisi-kondisi ekonomi saat ini menyerukan "diskusi serius" tentang suku bunga pada pertemuan September. Presiden Fed Boston Eric Rosengren mengatakan dalam pidatonya pekan lalu bahwa suku bunga rendah meningkatkan peluang "overheating" pada ekonomi AS. Silang pendapat tersebut membuat laju USD cenderung bergerak flat dimana para pelaku pasar terlihat menunggu pertemuan bank sentral di pekan mendatang.

Pelemahan drastis terjadi pada Yen setelah BoJ belum memiliki rencana untuk melakukan pelonggaran moneter. Keadaan tersebut turut menekan obligasi Jepang dengan jangka waktu 25 tahun sehingga turut mengantarkan pelemahan Yen di level 103an. Mata uang EUR, GBP, dan Yen turut tertekan. Sedangkan Yuan dan Rupiah berbalik menguat memanfaatkan sentimen dan momentum yang ada dari domestik. Penguatan masih berlanjut di akhir pekan.

Masih cenderung variatifnya sentimen membuat pelaku pasar lebih memilih bermain jangka pendek dengan memanfaatkan sentimen yang ada. Terutama untuk pergerakan laju USD yang cenderung berfluktuatif jelang diadakannya pertemuan The Fed pekan depan.

Kami masih mengharapkan Rupiah dapat menemukan momentumnya untuk konfirmasi pergerakan positif dengan dukungan sentimen dari dalam negeri di pekan depan, terutama dari RDG-BI dan pertemuan The Fed. Cermati berbagai sentimen. Laju Rupiah masih mencoba bertahan di atas target area support Rp13.255. Rp13.238-13.050 (kurs tengah BI).

0 comments:

Powered by Blogger.

Join Now


www.garampoker.net

Popular Posts

Support © 2013 Published By Nanadiana321 Supported by Garampoker and Garamqq